JIka Allah menampakkan segala keaiban dan kesalahan yang telah kita lakukan, mungkin tidak ada yang ingin mendekat. Ada pula yang memberi perumpamaan- jika dosa yang kita lakukan itu berbau, pasti tidak ada yang ingin menghampiri.
Namun, kerana Allah bersifat dengan sifat rahmah dan Maha Pengampun, Allah masih menutup keaiban semua orang yang melakukan kesalahan. Allah masih memberi peluang untuk setiap orang bertaubat dan meminta ampun. Kita tidak dibenarkan untuk membuka keaiban sendiri apatah lagi aib orang lain.
عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُواعَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
Dari Abu Barzah Al Aslami ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya.
Sebab siapa saja yang mencari-cari kesalahan orang lain, maka Allah akan mencari-cari kesalahannya. Maka siapa saja yang Allah telah mencari-cari kesalahannya, Allah tetap akan menampakkan kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya.” (Sunan Abu DaudNo: 4236) Status: Hadis Hasan
Allah itu adil dan sukakan keadilan. Keadilan Allah ada dalam semua perkara. Hadis di atas mengancam mereka yang suka mencari-cari kesalahan orang dan membuka keaiban orang lain yang telah Allah tutup – aib mereka juga akan dibuka oleh Allah walaupun mereka bersungguh-sungguh menyembunyikannya.
Jika ada yang melakukan dosa dan kesalahan dengan Allah sekalipun, yang perlu dilakukan oleh mereka bukanlah mengaku dan menceritakan keburukan diri sendiri kepada orang lain. Langkah yang paling tepat adalah bertaubat kepada Allah sahaja. Namun, lain pula jika dosa yang dilakukan berkait dengan hak manusia. Ianya perlu ditegakkan dan dibicarakan dengan adil.
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib orang tersebut di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah)
Orang yang suka menyebarkan perihal kesalahan, masalah serta keaiban orang lain, sebenarnya tanpa disedari dia sedang memperlihatkan siapa dirinya yang sebenar. Semakin banyak aib yang disebarkan, maka semakin jelaslah keburukan diri sendiri.
Orang yang beriman wajib memelihara lisannya daripada mengumpat dan mencari kelemahan orang lain, sama ada sesuatu yang dituturkan mahupun yang diterjemahkan dalam bentuk tulisan.
Rujukan:
Perkongsian 1 Hari 1 Hadis Pertubuhan Ikram Negeri Johor

