Kembara atau apa saja bentuk perjalanan yang dilalui oleh seorang manusia sering mendapat perhatian bahkan mempunyai kelebihan dalam Islam. Orang yang dalam perjalanan mendapat keringanan untuk mengerjakan solat secara jama’ dan qasar serta doanya dimakbulkan.
Imam Syafie juga menggariskan banyak kelebihan yang akan diperoleh oleh seorang manusia apabila dia mula mengembara contohnya bertambah ilmu pengetahuan, dapat menggapai cita-cita dan menaikkan taraf hidup. Mari kita lihat pula apa yang terdapat dalam Al-Quran berkaitan kembara ini.
#1- Hikmah Dari Peristiwa Lalu
Katakanlah (wahai Muhammad): “Mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akibat buruk (yang menimpa) orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul) itu.” (Al-An’am 6: 11)
#2- Hukuman Orang Yang Berbuat Dosa
Katakanlah (wahai Muhammad): “Mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana buruknya kesudahan orang-orang yang berdosa itu” (Surah An-Naml 27:69)
#3- Mendidik Hati Supaya Lebih Memahami
Oleh itu, bukankah ada baiknya mereka mengembara di muka bumi supaya – dengan melihat kesan-kesan yang tersebut – mereka menjadi orang-orang yang ada hati yang dengannya mereka dapat memahami, atau ada telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? (Tetapi kalaulah mereka mengembara pun tidak juga berguna) kerana keadaan yang sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta, tetapi yang buta itu ialah mata hati yang ada di dalam dada. (Surah Al-Haj 22: 46)
#4- Akibat Buruk Kerana Menderhakai Tuhan
Maka tidakkah mereka telah mengembara di muka bumi, serta mereka memerhatikan bagaimana akibat orang-orang kafir yang terdahulu dari mereka? Allah telah menghancurkan orang-orang itu; dan orang-orang kafir (yang menurut jejak mereka) akan beroleh akibat-akibat buruk yang seperti itu. (Surah Muhammad, 47:10)
#5- Kesudahan Orang Yang Syirik Kepada Allah
Katakanlah: “Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”(Surah Al-Rum 30:42)
#6- Kemudahan Berupa Nikmat Yang Allah Sediakan Di Atas Muka Bumi
Dia lah yang menjadikan bumi bagi kamu: mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah; dan (ingatlah), kepada Allah jualah (tempat kembali kamu sesudah) dibangkitkan hidup semula; (maka hargailah nikmatNya dan takutilah kemurkaanNya)(Surah Al Mulk, 67:15)
#7- Tumbuhan Dan Buah-buahan Yang Berbagai Jenis
(Dia lah Tuhan) yang telah menjadikan bumi bagi kamu sebagai hamparan, dan Ia telah mengadakan bagi kamu padanya jalan-jalan lalu-lalang; dan Ia juga telah menurunkan hujan dari langit. Maka Kami keluarkan dengannya berjenis-jenis tanaman dan buah-buahan yang berlainan keadaannya. (Surah Taha, 20:53)
#8- Tanda Kebesaran Allah
Dan Dia lah yang menjadikan bintang-bintang bagi kamu supaya kamu berpedoman kepadanya dalam kegelapan (malam) di darat dan di laut. Sesungguhnya kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) satu persatu bagi orang-orang yang mengetahui.(Surah Al-An’am 6: 97)
#9- Rezeki Di Lautan
Tuhan kamulah yang menjalankan untuk kamu kapal-kapal di laut, supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurniaNya; sesungguhnya Ia adalah Maha Mengasihani kepada kamu. (Surah Al-Isra’ 17:66)
#10- Melihat Dengan Mata Hati
Sesungguhnya telah berlaku sebelum kamu (contoh kejadian-kejadian berdasarkan) peraturan-peraturan Allah yang tetap; oleh itu mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul).(Surah Ali Imran, 3:137)
Hakikatnya, perjalanan zahir yang kita tempuh ini adalah manifestasi kepada perjalanan yang kita tempuh dalam diri sendiri. Kata Buya Hamka, jika kebaikan yang dicari oleh hati, maka kebaikanlah yang akan kita jumpa. Jika keburukan yang diniatkan oleh hati, maka keburukanlah yang akan kita jumpa.

